Senin, 09 Februari 2009

wisata 3





wisata 2





wisata 1





Senin, 08 Desember 2008

BAGAIMANA MENGELOLA SAMPAH?


PENGELOLAAN sampah hanya terdiri atas tiga bagian utama yaitu
1. Pengumpulan, yaitu upaya mengumpulkan sampah dari sumbernya, misal dari rumah, pasar, dengan cara menyediakan tong sampah, Tempat Pembuangan Sementara (TPS)
2. Pengangkutan, yaitu segala upaya “mengangkut” sampah baik dari sumber nya ke tempat yang dituju, misal dari rumah ke TPS, atau dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jenis Angkutannya bisa bermacam-macam disesuaikan dengan lokasi dan rute, bisa berupa gerobak, atau truk.
3. Pengelolaan Akhir, yaitu tempat dimana sampah akan mengakhiri “petualangannya”.
Jadi, segala upaya dalam penanganan dan pengelolaan sampah hanya meliputi tiga hal diatas. Adapun upaya lainnya seperti 3R, composting, pemilahan, adalah upaya “lain” yang bertujuan mengurangi dan mengendalikan timbulan sampah.
Dengan upaya “mengurangi” tadi secara logika sederhana tentu dapat memperpanjang “umur” tempat pembuangan akhir (TPA).
NGERTI KAN?***

KOMPOSTING, BAGAIMANA TUH?


KOMPOSTING! Sebenarnya apa sih yang diperlukan untuk membuat kompos?
Filosofi kompos adalah “memanfaatkan aktivitas mikroba yang hidup di benda-benda organik (sampah) guna menambah “kekayaan” tanah sebagai sumber nutrisi tumbuh-tumbuhan.
Nah proses pembuatan kompos adalah proses membuat “kebun mikroba”. Bagaimana caranya? Mudah sekali!! Yaitu : beri kesempatan sebesar-besarnya supaya mikroba bisa menetap dan “duduk manis”.
Jangan heran jika nantinya bukan hanya mikroba yang betah tinggal di sana, tapi juga beberapa hewan “raksasa” seperti cacing, ulat, kutu. Itu gak jadi masalah, justru akan jadi ramai dan berguna kok.
Apakah mikroba akan diam dan tinggal di plastik?, kaleng bekas? Botol?, well, kamu harus memisahkan terlebih dahulu sampah yang ingin kamu buat kompos. Kamu tahu kan, mikroba itu benda renik, akan lebih mudah buat mereka untuk “menetap” pada benda yang kecil juga, artinya, kamu perlu membuat sampah kamu menjadi kecil-kecil.
Itulah sebabnya, mengapa dalam membuat kompos kamu harus “merajang” terlebih dahulu sampah-sampah itu.
Seperti halnya rumah sebagai tempat tinggal yang harus terus menerus dijaga kenyamanannya, maka dalam membuat kompos pun kamu harus tetap menjaga agar semua mikroba itu betah, yaitu dengan cara menjaga suhu nya berkisar 25-65 derajad C, kelembabannya harus berkisar 50%, derajat keasaman pH nya yang normal.
Setelah itu? Ya seperti halnya pengelolaan air buangan, biarkan saja, nanti mikroba akan berdatangan dengan sendirinya.
Atau kamu bisa mempercepat proses tersebut dengan bantuan cairan mikroba yang sengaja telah di pisahkan dan di jual. Disebut juga media aktivator, yang dapat kamu dapati di toko bahan pertanian/perkebunan.
Oh ya seperti juga halnya dengan pengolahan air buangan, proses yang terjadi pada pembuatan kompos juga ada yang aerobik dan anaerobik. Namun untuk sekala rumah tangga yang biasa dilakukan adalah denga nproses aerobic, karena lebih mudah dan murah.
MASIH ADA YANG MENGANGGAP BIKIN KOMPOS ITU RUMIT?***

AEROB DAN ANAEROB


ADA lagi istilah yang “wajib” kamu ketahui untuk bisa memahami pengolahan air buangan secara biologis, yaitu AEROB dan ANAEROB.
Dilihat dari kata pembentuknya aer- aero- yang berarti “air” atau udara, maka seharusnya aerob berarti berhubungan dengan udara dan anaerob berarti TIDAK berhubungan dengan udara.
Aerobik dan Anaerobik dalam pengolahan air buangan erat kaitannya dengan “agen ” yang aktif bekerja yaitu mikroorganisme.
Nah, pengolah air buangan secara aerob, aerobic, atau aerobik, artinya adalah pengolahan limbah yang memanfaatkan mikroorganisme yang bekerja secara aerobik, yaitu mikroorganisme yang “hidup” nya memerlukan “udara” dalam hal ini oksigen.
Pengolah air buangan secara anaerob, atau anaerobik, artinya adalah pengolahan limbah yang “menggunakan” mikroorganisme anaerob, yaitu mikroorganisme yang “hidup” nya memerlukan sedikit “udara” atau bahkan tidak memerlukan oksigen sama sekali.
PEMAHAMAN YANG MUDAH KAN ? ***

BAGAIMANA MIKROBA BEKERJA ?


PENGOLAHAN secara biologis artinya ya.. sistem “pembersihan” air buangannya dilakukan atas “kerja” mikroorganisme. Mikroorganisme seperti bakteri akan “hidup”, makan dan juga beranak-pinak di air limbah sembari “membersihkan kotoran”. Begitulah kira-kira.
Dalam “pakem” per-airlimbah-an, mikroba (singkatan keren buat si mikroorganisme) itu perlu tempat untuk “hidup” dong. Nah terdapat dua tempat yang bisa kita persiapkan yaitu :
1. Sistem Melayang (suspended biomassa), dimana sang mikroba dibiarkan melayang-layang sembari melangsungkan kehidupannya. Contoh mudahnya adalah Septic tank.
2. Sistem Melekat (attach biomass), dalam sistem ini sang mikroba dipersilakan duduk manis pada tempat yang cozy sembari berkembang biak. Contohnya adalah beberapa jenis sitem pengolahan yang menggunakan media Filter.
Peluang perkembangan dunia pengolahan air buangan ada pada bagian ini, artinya hingga kini orang berlomba-lomba membuat “rumah” bagi mikroba ini agar dapat “bekerja” se-efektif dan se-efisien mungkin
SAMPAI DISINI ADA PERTANYAAN ?***

You Tube....